Education

Kompetensi

Sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2012, kompetensi utama lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram adalah terdiri atas profesionalitas yang luhur, mawas diri dan pengembangan diri, serta komunikasi efektif, pengelolaan informasi, landasan ilmiah ilmu kedokteran, keterampilan klinis, dan pengelolaan masalah kesehatan sehingga mampu bekerja secara profesional pada upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) strata pertama.

Kompetensi pendukung bagi ke-tujuh kompetensi utama adalah sebagai berikut:

  1. Profesionalitas yang Luhur
    1. Berke-Tuhanan Yang Maha Esa/Yang Maha Kuasa
    2. Bermoral, beretika dan disiplin
    3. Sadar dan taat hukum
    4. Berwawasan sosial budaya
    5. Berperilaku profesional
  2. Mawas Diri dan Pengembangan Diri
    1. Menerapkan mawas diri
    2. Mempraktikkan belajar sepanjang hayat
    3. Mengembangkan pengetahuan
  3. Komunikasi Efektif
    1. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarga
    2. Berkomunikasi dengan mitra kerja
    3. Berkomunikasi dengan masyarakat
  4. Pengelolaan Informasi
    1. Mengakses dan menilai informasi dan pengetahuan
    2. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada profesional kesehatan, pasien, masyarakat dan pihak terkait untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan
  5. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
    1. Menerapkan ilmu Biomedik, ilmu Humaniora, ilmu Kedokteran Klinik, dan ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan/Kedokteran Komunitas yang terkini untuk mengelola masalah kesehatan secara holistik dan komprehensif.
  6. Keterampilan Klinis
    1. Melakukan prosedur diagnosis
    2. Melakukan prosedur penatalaksanaan yang holistik dan komprehensif
  7. Pengelolaan Masalah Kesehatan
    1. Melaksanakan promosi kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat
    2. Melaksanakan pencegahan dan deteksi dini terjadinya masalah kesehatan pada individu, keluarga dan masyarakat
    3. Melakukan penatalaksanaan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat
    4. Memberdayakan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan
    5. Mengelola sumber daya secara efektif, efisien dan berkesinambungan dalam penyelesaian masalah kesehatan
    6. Mengakses dan menganalisis serta menerapkan kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia

Kompetensi yang menjadi kekhususan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram adalah kompetensi terkait kedokteran kepulauan. Muatan Kedokteran kepulauan sesuai dengan definisi pada Visi, Misi dan Tujuan yang lama yang disahkan pada tahun 2012, yaitu:

  1. Kedokteran kepulauan berbasis biomolekular
  2. Kedokteran kepulauan berbasis komunitas
  3. Kedokteran kepulauan berbasis maritim dan kegawatdaruratan daerah rural,

Kurikulum muatan lokal kedokteran kepulauan berbasis biomolekular dan berbasis komunitas, diterapkan secara integral dalam mata kuliah-mata kuliah, baik pada tahap akademik maupun tahap profesi, sedangkan untuk muatan kedokteran kepulauan berbasis maritim dan kegawatdaruratan daerah rural telah diimplemetasikan sebagai mata kuliah yang tersendiri. Dalam pengembangan ke depan yang saat ini sedang disusun melalui kegiatan revisi kurikulum, akan menjadi mata kuliah yang berdiri sendiri yang dapat dipilih oleh mahasiswa sesuai keminatan.

Kurikulum muatan lokal kedokteran kepulauan di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram saat ini difokuskan untuk mencapai kompetensi penanganan kegawatdaruratan kasus-kasus yang berkaitan dengan rekreasi air di daerah pesisir pantai dan laut, misalnya: penanganan penyakit-penyakit akibat penyelaman (Sindrom dekompresi, emboli gas arterial), tenggelam, hipotermia, trauma akibat hewan laut, dll dan keterampilan medik water rescue.  Kompetensi khusus ini mencakup kemampuan mendiagnosis dan memberikan penanganan awal, serta melakukan rujukan dan transportasi yang tepat dari daerah pesisir dan pulau-pulau kecil ke fasilitas layanan kesehatan yang sesuai di kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara.

Struktur Program Pendidikan

Pendidikan kedokteran yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap akademik selama 7 semester dan tahap profesi selama 4 semester.  Kurikulum tahap akademik disusun dalam 21 mata kuliah blok dan 21 mata kuliah keterampilan medik, 7 mata kuliah / perkuliahan longitudinal dan mata kuliah umum seperti Pancasila, Agama dan Kewarganegaraan yang seluruhnya wajib diikuti oleh mahasiswa. Saat ini belum ada mata kuliah elektif yang ditawarkan dalam kurikulum. Dalam satu semester pada tahap akademik, terdapat 3 blok dengan durasi 5-7 minggu, 1-2 program perkuliahan longitudinal, dan mata kuliah umum pada setiap semester.

Penyusunan kurikulum dilakukan secara sistematik, runut dan logis sehingga proses pembelajaran menjadi terarah dan kompetensi yang diharapkan tercapai. Kurikulum yang diterapkan juga terintegrasi secara horisontal, yaitu meliputi berbagai disiplin ilmu yang disatukan oleh tema-tema multi sistem dan sistem organ, serta terintegrasi secara vertikal dari satu tahap ke tahap berikutnya dengan pendekatan spiral, yaitu peningkatan kompleksitas materi pembelajaran secara bertahap. Kurikulum yang diterapkan saat ini merupakan kurikulum hasil revisi pada tahun 2012.

Kurikulum yang diterapkan pada tahap akademik, terbagi atas 2 fase atau 2 pendekatan.

Fase pertama, yaitu pada semester I-III, mahasiswa dipersiapkan untuk menjalani pendidikan di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran melalui mata kuliah Blok keterampilan belajar dan penanaman fondasi ilmu biomedik dan paraklinik yang akan menjadi dasar pada fase ke 2. Blok-blok pada semester I-III dibagi berdasarkan pendekatan multisistem, yang dijabarkan dalam delapan (8) mata kuliah yaitu :

Blok II : Biomedik

Blok ini mengajarkan tentang ilmu-ilmu dasar kedokteran, sel  dan genetika, dan jaringan dasar.

Blok III : Homeostasis

Blok ini mengajarkan tentang konsep-konsep dasar homeostasis sebagai dasar konsep gangguan/penyakit pada tubuh manusia. Blok ini memberikan landasan pemahaman keseimbangan dan poses normal tubuh manusia serta perubahan-perubahan yang terjadi pada saat terdapat gangguan mulai dari tingkat seluler sampai sistem organ dan bagaimana sistem tersebut dapat dipengaruhi dan berpengaruh terhadap obat.

Blok IV : Pertahanan Tubuh

Blok ini mengajarkan tentang dasar-dasar imunologi, agen infeksius, reaksi alergi, infeksi dan titik tangkap pengobatannya.

Blok V : Metabolisme dan Energi

Blok ini mengajarkan tentang konsep dasar metabolisme yang terjadi pada tubuh manusia dan juga kebutuhan energi tiap tahap kehidupan.

Blok VI : Sirkulasi dan Distribusi

Blok ini mengajarkan tentang dasar-dasar peredaran darah, respirasi, dan sirkulasi

Blok VII : Lokomosi

Blok ini mengajarkan tentang dasar-dasar ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pergerakan yaitu sistem saraf, tulang, dan otot.

Blok VIII : Perilaku

Blok ini mengajarkan tentang dasar ilmu jiwa dan saraf yang berkaitan dengan perilaku manusia.

Blok IX : Tahap-tahap Kehidupan

Blok ini mengajarkan tentang proses dalam tubuh manusia tiap-tiap tahap kehidupan, mulai dari dalam kandungan (intrauterina) hingga manula/ geriatri.

Fase kedua, dilaksanakan pada semester IV-VIII. Mata kuliah blok pada fase ini dikelompokkan berdasarkan sistem organ. Terdapat sembilan mata kuliah Blok pada fase ini yaitu :

Blok X : Kardiovaskuler

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem kardiovaskuler meliputi patofisiologi, pemeriksaan-pemeriksaan fisik dan penunjang, penatalaksanaan, serta aspek-aspek kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan promosi, prevensi, dan rehabilitasi penyakit kardiovaskuler.

Blok XI : Hematopoetik dan Limforetikuler

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit dan kelainan sistem sistem hematopoetik & limforetikuler.Kelainan-kelainan tersebut mulai dari yang bersifat kongenital, trauma, infeksi, metabolik, autoimun, keganasan dan degeneratif.

Blok XII : Respirasi

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem respirasi/pernapasan.

Blok XIII : Urogenitalia

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem uropoetika/ perkemihan

Blok XIV : Digestif

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem digestif/ pencernaan

Blok XV : Endokrin

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem endokrin.

Blok XVI : Reproduksi

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem reproduksi

Blok XVII : Neuropsikiatri

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem saraf dan jiwa

Blok XVIII : Muskuloskeletal dan Integumen

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem muskuloskeletal/ orthopedi dan integumen/ kulit.

Blok XIX : Indera

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit sistem indera (mata dan THT)

Blok XX : Emergensi

Blok ini mengajarkan tentang penyakit-penyakit dan kelainan sistem tubuh yang termasuk dalam keadaan emergensi dan memerlukan penatalaksanaan yang khusus.

Blok XXI : Dokter Keluarga

Blok ini mengajarkan tentang konsep dokter keluarga.

Dua blok terakhir (Blok XX : Emergensi dan Blok XXI : Dokter Keluarga) merupakan blok-blok integrasi.

Pada seluruh fase dalam tahap akademik, muatan kurikulum keterampilan medik disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai pada mata kuliah blok.

Bersamaan dengan pelaksanaan mata kuliah Blok dan keterampilan medik dalam suatu semester, berjalan pula mata kuliah longitudinal. Salah satu mata kuliah longitudinal, yaitu Metodologi Penelitian I dan II, menjadi landasan mahasiswa sekaligus syarat untuk mengajukan Mata kuliah karya tulis ilmiah yang menjadi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.) di akhir tahap akademik. Mata kuliah longitudinal lain adalah Pengembangan Diri dan Profesional 1 dan 2, serta Individu Populasi 1, 2, dan 3.

Kompetensi khusus lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram yaitu kompetensi kedokteran kepulauan disebar dalam blok-blok di tahap akademik dan kepaniteraan klinik di tahap profesi. Saat ini pada tahap akademik materi yang terkait dengan kedokteran kepulauan telah termuat dalam Blok III (Homeostasis) dan Blok XX (Emergensi). Selain itu, pada semester 7 tahap akademik juga dilaksanakan mata kuliah keterampilan medik yang merupakan muatan lokal Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, yaitu keterampilan manajemen bencana (water rescue).

Setelah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat-syarat untuk melanjutkan pendidikan ke tahap profesi, maka mahasiswa akan menjalani pendidikan tahap profesi selama empat semester. Kurikulum pada tahap profesi dijabarkan dalam 14 mata kuliah, satu diantaranya adalah mata kuliah muatan lokal, yang mulai diterapan pada angkatan 2012. Tiga belas mata kuliah tersebut, dilaksanakan oleh bagian-bagian pada tahap profesi, sedangkan muatan lokal dilaksanakan oleh Tim Mata Kuliah Muatan Lokal. Pada tahap profesi, mahasiswa menjalani stase selama tiga minggu khusus untuk modul kedokteran kepulauan dengan fokus pada penanganan kegawatdaruratan di daerah pesisir pantai dan laut.

Metode pendekatan pembelajaran pada tahap profesi adalah work-based learning, yaitu pembelajaran di setting layanan kesehatan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan kontak langsung dengan pasien dan kelurganya serta masyarakat. Bentuk-bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada tahap profesi adalah bedside teaching, laporan kasus, referat, tutorial klinik, morning report, visite pasien, refleksi kasus, manajemen kasus, tugas poli, UGD, OK.