Penelitian

Kegiatan Penelitian

LATAR BELAKANG

Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit menular dan tidak menular. Namun demikian, penyakit menular terus menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas.  Penyakit menular seperti malaria, AIDS, tuberkulosis (TBC), hepatitis dan demam berdarah masih terkendali di berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 250 orang per hari meninggal akibat TBC.  Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit menular melalui vektor utama di sebagian besar Indonesia. Selain itu, terlepas dari imunisasi dan penurunan tren infeksi, hepatitis masih menjadi masalah kesehatan karena munculnya sub-genotipe baru di beberapa wilayah Indonesia. Di sisi lain, munculnya strain patogen resisten obat yang beredar di Indonesia juga memberikan kontribusi terhadap kompleksitas penatalaksanaan penyakit infeksi.

Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi yang terletak di wilayah timur Indonesia. Sebagaimana kebanyakan bagian dari Indonesia, provinsi ini terkendala oleh penyakit menular, dengan fokus pada Tuberkulosis, Hepatitis, dan penyakit menular melalui vektor berupa Malaria dan Dengue.  Dengan melihat kompleksitas pola penyakit, penatalaksanaan dan potensi dampak terhadap kesehatan, penyakit menular akan tetap menjadi satu tantangan besar untuk provinsi ini selama beberapa tahun mendatang.  Jadi, langkah-langkah strategis melalui penelitian harus dibawa ke tempat untuk mengatasi beban penyakit menular. Sebagai satu-satunya fakultas kedokteran negeri di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Fakultas Kedokteran Universitas Mataram berkewajiban untuk mengambil bagian dalam peningkatan kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Wilayah Timur Indonesia melalui penelitian dan penyebaran pengetahuan yang berkaitan dengan pencegahan, diagnosis, pengendalian dan pengobatan penyakit menular. Selanjutnya sebagai bagian dari strategi pembangunan kapasitas, fakultas terus membangun kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai institusi lokal dan global.

SKEMA PENELITIAN

Agenda penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram berfokus pada aspek kesehatan yang paling memberikan dampak bagi penduduk di Provinsi NTB, meliputi: tuberkulosis, hepatitis, penyakit menular melalui vektor seperti Malaria dan Demam Berdarah.  Penelitian prioritas disusun sepanjang alur penelitian utama yang akan mengarah ke strategi yang efektif untuk mengatasi masalah kesehatan di bagian timur Indonesia.

Alur I: Penelitian terkait distribusi penyakit

Secara khusus kami berfokus pada epidemiologi molekuler penyakit menular untuk memahami variasi genetik dari patogen, menentukan evolusi patogen, munculnya genotipe baru dan juga mengidentifikasi hadirnya gen resisten pada patogen, khususnya di wilayah Timur Indonesia. Beberapa contoh penelitian dalam aliran ini adalah:

1. Surveilans resistensi obat Anti-TB dan faktor risiko terkait penyebaran resistensi di Nusa Tenggara Barat

Surveilans ini dilakukan dengan menggunakan uji sensitivitas terhadap obat.  Hal ini juga akan menyelidiki spesifik profil / karakteristik pasien termasuk kelompok usia, jenis kelamin, status HIV, sejarah pengobatan dan faktor risiko lain yang terkait dengan resistensi dalam populasi.

2. Epidemiologi molekuler Mycobacterium tuberculosis, Malaria dan Demam Berdarah di Nusa Tenggara Barat dan wilayah timur Indonesia

Penelitian ini akan mengungkap genotipe M. tuberculosis, parasit malaria dan virus demam berdarah yang beredar di Indonesia dan mencari gen baru sebagai calon vaksin masa depan yang lebih efektif. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan tingkat resistensi obat pada isolat yang beredar di wilayah penelitian dari kasus baru infeksi. Hal ini akan memberikan pola yang berbeda dari kerentanan terhadap obat dan pengobatan panduan yang lebih spesifik untuk penduduk Nusa Tenggara Barat.

Alur II: Penelitian terkait peningkatan teknik diagnostik

Pengembangan pendekatan dan teknik diagnostik penyakit menular menggunakan strain lokal, sehingga meningkatkan sensitivitas dan spesifisitas tes. Penelitian ini berfokus pada identifikasi antigen yang telah ada maupun yang baru serta pendekatan antibodi monoklonal untuk pengembangan Rapid Diagnostic Test (RDT) menggunakan isolat Indonesia. Beberapa contoh penelitian adalah:

1. Pengembangan malaria kit deteksi cepat (RDT) menggunakan strain lokal dari antibodi monoklonal seperti pLDH dan HRP2

2. Pengembangan tes kulit baru menggunakan ESAT6 protein dari isolat lokal untuk deteksi infeksi Mycobacterium laten

Alur III: Penelitian terkait pencegahan primer

Vaksin menawarkan harapan terbesar untuk pencegahan penyakit menular.  Tantangan yang dihadapi dalam pembuatan vaksin adalah mengidentifikasi komponen vaksin yang sesuai dan aman namun imunogenik.  Penelitian dalam alur ini berfokus pada penemuan kandidat vaksin baru dengan menggunakan strain lokal. Beberapa contoh penelitian adalah:

1. Optimalisasi konstruksi dan ekspresi pETMtb72f plasmid rekombinan sebagai calon vaksin Tuberkulosis

2. Modifikasi dan karakterisasi MSP1-19 sebagai calon vaksin masa depan terhadap Malaria

Alur IV: Penelitian terkait pendekatan terapi baru

Munculnya strain patogen resisten obat yang beredar di Indonesia, memberikan kontribusi untuk beban dan kompleksitas manajemen penyakit. Dengan demikian pengembangan bahan obat baru sebagai calon terapi sangat penting dilakukan.  Penelitian ini berfokus pada:

1. Identifikasi sensitivitas antibiotik yang tersedia terhadap berbagai penyakit menular

2. Mengidentifikasi sifat potensial dalam sumber-sumber alam dari bagian timur Indonesia, seperti pabrik antibakteri yang berasal sebagai senyawa masa depan untuk pengembangan antibiotik baru