Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Selenggarakan Pelatihan Pendidik Klinis dan Interprofessional Education (IPE)

Fakultas Kedokteran Universitas Mataram bekerjasama dengan Rumah Sakit Universitas Mataram menyelenggarakan Pelatihan Pendidik Klinis dan Interprofessional Education (IPE) pada 8-16 November 2021. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka upaya mencetak tenaga-tenaga pendidik klinik (clinical teacher) atau instruktur klinik (clinical instructor) yang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dalam melakukan pembimbingan, penilaian dan serta menjadi teladan (role model) selama proses pendidikan klinik. Kegiatan ini berlangsung selama 9 hari secara daring dengan metode asinkronus melalui Google Classrom dan metode sinkronus melalui Zoom Meeting serta sesi praktik oleh perwakilan peserta. Sebanyak 110 orang menjadi peserta dalam pelatihan ini. Mereka yang berasal dari berbagai institusi yang bekerjasama dengan FK Unram dan jejaring Pendidikan RS Universitas Mataram. Peserta terdiri dari dokter, perawat dan bidan pendidik klinis.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Hamsu Kadriyan, Sp.THT-KL(K), M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas SDM dan kualitas pembelajaran tahap profesi khususnya di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Potensi dan komitmen para pendidik klinis di lingkungan FK Unram sangat besar dan tidak perlu diragukan lagi, namun upaya peningkatan dan penyegaran tentang ilmu pendidikan kedokteran tetap harus dilakukan, terutama mengenai metode pembimbingan dan penilaian dalam pendidikan klinis yang tepat, praktis dan mudah dilakukan di lapangan. Dengan demikian para dosen klinis diharapkan dapat melakukan pembimbingan dan penilaian pendidikan klinis sekaligus pelayanan secara efektif dan efisien.

Pemateri dalam pelatihan ini adalah tiga pakar pendidikan kedokteran yang dimiliki oleh FK Unram yaitu dr. M. Rizki, M.Pd.Ked, Sp.PK., Dr. dr. Yoga Pamungkas Susani, M.Med.Ed. dan dr. Dian Puspitasari, M.Med.Ed. Materi pelatihan terdiri dari Prinsip Perencanaan Pendidikan klinis, Implementasi Pendidikan Klinis, Prinsip dalam Penilaian Pendidikan Klinis serta materi Interprofesional Education. Berbagai materi dan referensi pustaka dari para pemateri telah diunggah di Google Classrom sejak hari pertama pelatihan sehingga peserta dapat secara mandiri membaca dan melakukan tanya jawab secara asinkronus kepada pemateri.

Pada hari Kamis, 11 November 2021, diselenggarakan sesi sinkronus yang pertama menggunakan media Zoom. Pada sesi ini dilakukan diskusi mengenai materi Prinsip Perencanaan Pendidikan klinis, Implementasi Pendidikan Klinis dan Prinsip dalam Penilaian Pendidikan Klinis yang sebelumnya telah diunggah melalui Google Classroom. Ketiga pemateri dihadirkan dalam sesi ini untuk melakukan diskusi dan tanya jawab secara langsung dengan para peserta. Salah satu hal yang menarik pada sesi ini adalah munculnya diskusi tentang kondisi lapangan proses pendidikan klinik yang sudah dilaksanakan oleh para peserta baik kesulitan dan usaha perbaikannya yang kemudian dibahas dengan tuntas oleh para pemateri.

Sesi sinkronus kedua diselenggarakan pada Jumat, 12 November 2021. Ketiga pemateri dihadirkan kembali untuk melakukan diskusi langsung Bersama peserta mengenai materi IPE. Pada sesi ini banyak peserta yang membagikan pengalamannya dalam melaksanakan IPE maupun IPC (Interprofessional Collaboration). Diskusi berjalan dinamis dan memberikan pemahaman bahwa IPE dan IPC sangat mungkin dan bisa diterapkan di lingkungan kerja para peserta yaitu rumah sakit pendidikan yang bekerjasama dengan FK Unram. Kedua sesi sinkronus pelatihan ini dipandu oleh dr. Wahyu Sulistya Affarah, MPH yang merupakan dosen FK Unram dan merupakan staf bagian Humas dan Kerjasama RS Unram.

Gambar 1. Sesi Diskusi Pendidikan Klinis dan IPE

Sesi praktik pada pelatihan ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah pengambilan video praktik pelaksanaan Bedside Teaching (BST) dan One Minutes Preceptorship (OMP), Mini Clinical Examination (MiniCex) dan praktik Direct Observation of Procedural Skills (DOPS). Bagian pertama ini dilaksanakan di RS Unram pada hari Sabtu, 13 November 2021. Pada kegiatan ini melibatkan perwakilan peserta yang merupakan pendidik klinis dari 14 stase yang harus dijalani oleh mahasiswa tahap profesi, yaitu Bagian Bedah, Penyakit Dalam, Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Ilmu Penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu Penyakit Saraf, Ilmu Kesehatan Jiwa, Anestesi, Forensik, Radiologi, Muatan Unggulan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Bagian kedua dari sesi praktik ini dilaksanakan secara daring melalui media Zoom pada hari Selasa, 16 November 2021. Pada pertemuan ini dibahas mengenai video praktik yang telah dilaksanakan oleh para dokter pendidik dari perwakilan bagian. Pleno ini dipandu oleh lima orang fasilitator dalam kegiatan ini yaitu dr. Isna Kusuma Nintyastuti, M.Sc, Sp.M., dr. Romi Ermawan, Sp.JP(K), FIHA, dr. Didit Yudhanto, M.Sc, Sp.THT-KL, Dr. dr. Yoga Pamungkas Susani, M.Med.Ed dan dr. Dian Puspitasari, M.Med.Ed. Setiap Langkah dalam pelaksanaan BST, OMP, MiniCEX dan DOPS dibahas detil dan diberikan contoh potongan video yang sesuai serta dibahas mengenai umpan balik yang diberikan. Tahapan penting dalam pelaksanaan BST, MiniCEX dan DOPS dibahas dalam sesi ini, yaitu: tahap persiapan atau orientasi dengan mahasiswa, tahap informed consent kepada pasien, tahapan kegiatan pendidikan klinis yang mengharuskan seorang dokter pendidik klinis melakukan pelayanan sekaligus pendidikan secara bersamaan dan tetap memberikan kenyaman kepada pasien selama proses pendidikan berlangsung, serta tahap terakhir yaitu tahap debrifing dan umpan balik.

Gambar 2. Sesi Praktek Pendidikan Klinis. (1) Praktek BST di Bagian Radiologi, (2) BST di Bagian Neurologi, (3) One Minutes Preceptorship di Bagian Anak, (4) DOPS Di Bagian Beda

Pada akhir kegiatan daring praktik ini sekaligus dilakukan penutupan secara resmi kegiatan pelatihan ini oleh Wakil Dekan 1 FK Unram dr. Arfi Syamsun, Sp.F., M.Si.Med. Pada sambutan penutupannya beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia, bapak Dekan FK Universitas Mataram, Direktur RS Universitas, peserta, narasumber, fasilitator, pasien, probandus, dan mahasiswa yang telah membantu suksesnya pelatihan ini. Beliau berharap kegiatan pelatihan serupa dapat dilakukan secara rutin agar dapat memberikan penyegaran bagi para pendidik klinis sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tahap profesi sehingga dihasilkan lulusan dokter dan tenaga kesehatan yang sesuai standar nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X