Kurikulum

Kurikulum pada program studi pendidikan dokter menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI). Muatan dalam kurikulum yang diterapkan terintegrasi secara horizontal dan vertikal. Kurikulum KBK di Fakultas Kedokteran Unram telah mengalami 2 kali revisi, yaitu pada tahun 2009 dan tahun 2012. Berdasarkan kurikulum tahun 2012, jumlah SKS Program Studi (minimum untuk kelulusan S-1) adalah 145 SKS mulai berlaku pada mahasiswa angkatan 2012/2013. Jumlah SKS tersebut berada pada tahap akademik yang tersebar dalam 21 blok, 21 Keterampilan Medik, 7 longitudinal course, 3 MKU dan KTI dan ditempuh selama 7 semester. Pada kurikulum 2012, mulai dijabarkan lebih sistimatis komponen muatan lokal yang pelaksanakaan terintegrasi dalam mata kuliah-mata kuliah, dan keterampilan medik managemen bencana.

Kurikulum yang diterapkan dan pada tahap profesi saat ini adalah kurikulum 2009, dengan jumlah SKS sebanyak 40 SKS selama 95 minggu. Bobot SKS dan pada kurikulum 2012 juga sebanyak 40 SKS dengan memasukkan muatan lokal sesuai visi dan Misi Fakultas.

Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram berjalan dengan dua kurikulum meliputi kurikulum pada tahun akademik 2014 dan 2015. Kompetensi lulusan pada tahun akademik 2014 mengikuti standar kompetensi lulusan pendidikan sarjana farmasi yang dikeluarkan oleh APTFI tahun 2013. Adapun kompetensi lulusan pada tahun akademik 2015 dan selanjutnya dirumuskan dalam bentuk capaian pembelajaran meliputi aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus yang dimuat dalam Pedoman Akademik Program Studi Farmasi Universitas Mataram. Jumlah sks program studi (minimum untuk kelulusan) : 146 SKS untuk angkatan 2014 dan 149 SKS untuk angkatan 2015.

Struktur kurikulum Program Studi Farmasi UNRAM yang mendukung capaian pembelajaran dalam membentuk sikap dan tata nilai sesuai Standar Pendidikan Tinggi Farmasi tahun 2014 direfleksikan dalam mata kuliah muatan wajib, inti, dan lokal.

Muatan wajib pendidikan sarjana terdiri atas 3 mata kuliah yaitu agama, kewarganegaraan, dan bahasa. Sebagai contoh, pendidikan agama bertujuan untuk membentuk mahasiswa menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Jumlah SKS untuk muatan wajib dalam kurikulum Program Studi Farmasi UNRAM telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Standar Pendidikan Tinggi Farmasi tahun 2014 yaitu sebesar 5%. Muatan wajib tersebut diberikan pada semester awal sebagai landasan pembentukan sikap dan tata nilai mahasiswa.

Muatan inti juga berkontribusi dalam pengembangan sikap dan tata nilai mahasiswa. Misalnya mata kuliah kewirausahaan membekali mahasiswa untuk meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat dan melatih kemandirian sedangkan mata kuliah undang-undang dan etika kesehatan mempersiapkan mahasiswa sehingga mampu menginternalisasi nilai, norma, dan etika kefarmasian.

Muatan lokal yang dikembangkan oleh program studi mendorong pengembangan sikap mahasiswa. Misalnya mata kuliah Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) mendorong mahasiswa untuk mampu berkomunikasi dan membangun hubungan interpersonal dengan berbagai pihak secara ilmiah dan bertanggungjawab. KKN dan tugas akhir yang diselenggarakan pada semester akhir mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan sikap baik sebagai seorang sarjana maupun farmasis dalam kehidupan nyata.

X