Muswil IDI NTB memilih DR. dr. Rohadi, Sp.BS sebagai Ketua IDI Wilayah NTB Periode 2021-2024

Kegiatan Musyawarah Wilayah IDI NTB berlangsung hidmad dengan penerapan prokes yang ketat di Hotel Astoria 11 September 2021. Muswil kali ini berbeda dengan sebelumnya karena pelaksanaannya secara hybrid. 20 peserta hadir langsung di tempat kegiatan muswil, sementara 7 orang terutama delegasi IDI cabang dari pulau Sumbawa mengikuti acara secara online via zoom. Muswil dengan agenda tunggal penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus IDI 2018-2021 dan pemilihan ketua IDI 2021-2024.

Musyawarah Wilayah IDI NTB secara resmi telah memilih DR. dr. Rohadi, Sp.BS yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sebagai nakhoda baru IDI Wilayah IDI masa bakti 2021-2024. Dalam sambutannya dr Rohadi, menyampaikan terimakasih kepada para delegasi IDI cabang se-NTB yang mayoritas telah memberikan suaranya, “ innalillahiwainnailaihi rojiun, saya menyampaikan terimakasih atas mandat teman sejawat sekalian. Dengan kepemimpian kolektif kolegial, mari kita berbenah untuk membawa IDI Wilayah NTB semakin maju. Tantangan kita 4 tahun kedepan adalah merealisasikan Gedung sekertariat IDI NTB, meningkatkan kegiatan ilmiah di IDI cabang, meningkatkan profesionalitas tata Kelola organisasi dan membantu pemerintah melaksanakan berbagai program Kesehatan khususnya di masa pandemic”.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Besar IDI Pusat, dr. Daeng M. Faqih, SH, MH mengatakan bahwa IDI saat ini berfokus melakukan advokasi untuk penerbitan regulasi-regulasi pada 4 bidang, yaitu : pertama tentang revisi KUHP pasal 359-361 sebagai perlindungan tenaga kesehatan yang sedang menjalankan profesinya untuk tidak dikenai hukuman pidana. Kedua :terkait  tarif JKN yang sudah diusulkan perubahannya berdasarkan kajian dari semua kolegium dan PERSI agar segera diimplementasikan. Ketiga : tentang regulasi wisata Kesehatan dengan bekerjasama kementrian Kesehatan Bersama kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif agar mengurangi ketergantungan berobat ke luar negeri dan promosi pelayanan Kesehatan di Indonesia. Keempat : pembenahan regulasi Pendidikan kedokteran agar tidak terjadi diskriminasi penerimaan mahasiswa kedokteran, pembenahan kurikulum untuk meningkatkan ketahanan Kesehatan, dan upaya peningkatan inovasi dan teknologi di bidang kedokteran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X