Tim PKM-K Universitas Mataram Sukses Menciptakan Mie Instan dari Daun Bebele (Pegagan) yang Kaya Akan Kandungan Antioksidan

Mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Mataram berhasil menciptakan mie instan dengan campuran daun bebele. Tim ini bernama Famina Brighters yang terdiri atas lima mahasiswa dari berbagai cabang keilmuan yaitu Izza Mufida (Pendidikan Dokter), Ena Setiawana (Matematika), Mukminah (Ilmu Tanah), Farida Rukmi Dewi (Teknik Sipil), dan Yuspia Amalia Pratiwi (Hubungan Internasional).

Produk tersebut masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan judul “Mie Instan Daun Bebele sebagai Inovasi Produk Pangan Fungsional guna Meningkatkan Daya Kognitif” yang dibimbing oleh dr.Seto Priyambodo, M.Sc selaku Dosen Pengajar di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Tumbuhan bebele adalah nama lain dari pegagan atau Centella asiatica dalam bahasa Lombok. Bebele sendiri termasuk dalam tanaman liar dan menjadi gulma pada tanaman pertanian yang diusahakan seperti jagung, padi, dll.

Merujuk pada penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bebele memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, bahkan kandungan antioksidan pada bebele lebih tinggi dibandingkan jahe merah dan temulawak, dimana aktivitas antioksidan ini berfungsi untuk menangkal radikal bebas sehingga mampu memperkuat fungsi otak, meningkatkan daya kognitif termasuk daya ingat, dan menghambat kematian sel saraf otak.  

Akan tetapi, pemanfaatan tanaman bebele khusunya di Lombok masih terbatas hanya pada kalangan dewasa dan lansia dengan dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau diseduh. Berangkat dari hal tersebut, lima mahasiswa Universitas Mataram menciptakan produk pangan inovatif berupa mie instan dari daun bebele dengan brand Minstanbel.

Pihak universitas dan fakultas sangat mengapresiasi inovasi yang diciptakan oleh Tim Famina Brighters. Inovasi ini juga diharapkan dapat memberdayakan dan mengedukasi masyarakat terkait betapa banyaknya tanaman berkhasiat di Indonesia yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X